Perempuan Tahu Malu
Tuan, aku ialah kepandiran yang kucipta.
Apalah aku. Perempuan tahu malu.
Kita adalah kontradiksi yang aku maknai sendiri. Ibarat semesta, kau buminya, aku serpihan meteorit yg telah menerobos paksa atmosfermu.
Apalah aku. Perempuan tahu malu.
Penuh hipokrit bila dengan pura-pura aku tak mengintip malu-malu dari jarak yang tak bisa disebut dekat.
Tuan, apalah aku. Perempuan tahu malu.
Yang ketika aku mengetik elegi ini, kau bahkan tengah melangit dengan takzim. Berdoa.
Meminta agar Tuhan memberimu kebaikan sebanyak hujan.
Apalah aku. Perempuan tahu malu.
Yang dengannya aku dituntut perihal menjaga prestise seorang wanita -MALU-


0 komentar:
Posting Komentar